Konfigurasi Routing OSPF Pada Cisco
Hello, Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk menjelaskan bagaimana cara konfigurasi Routing OSPF pada Cisco. Sebelum itu apasih itu Routing? Routing sendiri merupakan proses untuk menentukan jalur terbaik (Best Path) supaya packet data dapat dikirimkan dari satu network ke network yang lain melalui perangkat Layer 3 seperti Router salah satu contohnya. Terdapat dua jenis routing yaitu static dan dynamic. Pada routing static kita perlu mendefinisikan destination network dan path yang dapat dilalui secara manual. Sedangkan pada routing dynamic path ditentukan oleh protocol routing itu sendiri, kita cukup mengadvertise masing-masing network yang ada di router.
OSPF (Open Short Path First) sendiri merupakan salah satu protocol dari routing dynamic. Dalam menentukan path terbaik, OSPF menggunakan cost (metric) sebagai parameter utama. Cost ini dihitung berdasarkan bandwidth interface, di mana semakin besar bandwidth suatu link, maka semakin kecil nilai cost-nya (artinya jalur tersebut lebih diprioritaskan).
Router>enableRouter#configure terminalRouter(config)#hostname RTR-001RTR-001(config)#interface loopback 1RTR-001(config-if)#ip address 172.18.0.1 255.255.255.255RTR-001(config-if)#exitRTR-001(config)#interface gigabitEthernet 0/0RTR-001(config-if)#ip address 172.18.1.1 255.255.255.252RTR-001(config-if)#no shutdownRTR-001(config-if)#exitRTR-001(config)#interface gigabitEthernet 1/0RTR-001(config-if)#ip address 172.18.1.10 255.255.255.252RTR-001(config-if)#no shutdownRTR-001(config-if)#exitRTR-001(config)#interface gigabitEthernet 2/0RTR-001(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0RTR-001(config-if)#no shutdownRTR-001(config)#exitRTR-001#write memoryRouter>enableRouter#configure terminalRouter(config)#hostname RTR-002RTR-002(config)#interface loopback 1RTR-002(config-if)#ip address 172.18.0.2 255.255.255.255RTR-002(config-if)#exitRTR-002(config)#interface gigabitEthernet 0/0RTR-002(config-if)#ip address 172.18.1.2 255.255.255.252RTR-002(config-if)#no shutdownRTR-002(config-if)#exiRTR-002(config)#interface gigabitEthernet 1/0RTR-002(config-if)#ip address 172.18.1.5 255.255.255.252RTR-002(config-if)#no shutdownRTR-002(config-if)#exitRTR-002(config)#interface gigabitEthernet 2/0RTR-002(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0RTR-002(config-if)#no shutdownRTR-002(config-if)#exitRTR-002(config)#exitRTR-002#write memoryRouter>enableRouter#configure terminalRouter(config)#hostname RTR-003RTR-003(config)#interface loopback 1RTR-003(config-if)#ip address 172.18.0.3 255.255.255.255RTR-003(config-if)#exitRTR-003(config)#interface gigabitEthernet 0/0RTR-003(config-if)#ip address 172.18.1.6 255.255.255.252RTR-003(config-if)#no shutdownRTR-003(config-if)#exitRTR-003(config)#interface gigabitEthernet 1/0RTR-003(config-if)#ip address 172.18.1.9 255.255.255.252RTR-003(config-if)#no shutdownRTR-003(config-if)#exitRTR-003(config)#interface gigabitEthernet 2/0RTR-003(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0RTR-003(config-if)#no shutdownRTR-003(config-if)#exitRTR-003(config)#exitRTR-003#write memory
Setelah konfigurasi IP Address jangan lupa untuk verifikasi konfigurasi IP dengan command show ip interface brief dan cek ping antar link point to point router. Pastikan ping berhasil.
B. Konfigurasi Routing OSPF.
Setelah konfigurasi IP Address dan link point to point antar router dapat terhubung, maka langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi Routing OSPF. Dalam tutorial ini network semua router akan di advertised memalui routing OSPF satu area, yaitu area 0 (backbone). Langkah pertama untuk konfigurasi routing OSPF adalah membuat proses routing ospf dengan command routing ospf [id] di global configuration mode. Sebagai contoh pada tutorial ini menggunakan ospf dengan proses id 1, maka commandnya adalah routing ospf 1.
Setelah membuat id proses routing ospf, maka kita akan diarahkan ke sub configuration routing ospf. Pada mode ini pertama kita konfiguasi router id. Router ID (RID) berfungsi sebagai identitas unik untuk setiap router yang menjalankan OSPF. Router ID digunakan untuk mengidentifikasi router dalam pertukaran informasi routing, Link-State Database (LSDB), dan proses pemilihan Designated Router (DR) pada jaringan multiaccess. Jika Router ID tidak konfigurasi maka router akan memilih IP Address tertinggi dari interface loopback yang ada. Tapi jika tidak ada interface loopback maka router akan memilih IP Address tertinggi dari interface fisik. Command untuk konfigurasi router id adalah router-id [ip]. Semisal pada RTR-001 kita akan set ip loopback 172.18.0.1 menjadi router id, maka commandnya router-id 172.18.0.1 .
Masih didalam sub configuration routing ospf, langkah selanjutnya adalah konfigurasi advertised network ke dalam routing OSPF. Commandnya adalah network [ip_network] [wildcard] area [id_area] . Untuk parameter network saya rasa teman-teman sudah paham, nah bagaimana dengan wildcard. Wildcard sendiri kita isikan hasil dari perhitungan 255.255.255.255 dikurangi subnetmask. Semisal subnetmask untuk network tersebut adalah 30 (255.255.255.252), maka nilai wildcardnya adalah 0.0.0.3 (hasil dari 255.255.255.255 - 255.255.255.252). Lalu ada parameter id_area, nah value yang dimasukan disini akan digunakan untuk identifikasi area routing OSPF. Berhubung pada tutorial ini semua berada pada area yang sama, maka kita masukan value 0 atau area backbone.
Berikut konfiguasi routing OSPF di masing-masing router pada topologi tutorial kali ini :
RTR-001(config)#router ospf 1RTR-001(config-router)#router-id 172.18.0.1RTR-001(config-router)#network 172.18.1.0 0.0.0.3 area 0RTR-001(config-router)#network 172.18.1.8 0.0.0.3 area 0RTR-001(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0RTR-001(config-router)#exitRTR-001(config)#do writeRTR-002>enableRTR-002#conf terminalRTR-002(config)#router ospf 1RTR-002(config-router)#router-id 172.18.0.2RTR-002(config-router)#network 172.18.1.0 0.0.0.3 area 0RTR-002(config-router)#network 172.18.1.4 0.0.0.3 area 0RTR-002(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0RTR-002(config-router)#exitRTR-002(config)#do writeRTR-003#conf terminalRTR-003(config)#router ospf 1RTR-003(config-router)#router-id 172.18.0.3RTR-003(config-router)#network 172.18.1.4 0.0.0.3 area 0RTR-003(config-router)#network 172.18.1.8 0.0.0.3 area 0RTR-003(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 0RTR-003(config-router)#exitRTR-003(config)#do write
C. Verifikasi Routing OSPF.
Tahap terakhir adalah verifikasi apakah routing OSPF berhasil terbentuk dan network yang di advertised di masing-masing router sudah tersampaikan di router lain atau belum. Selain itu kita juga perlu cek apakah setiap end devices yang berada di network yang berbeda apakah dapat berkomunikasi atau tidak.
Sebenarnya saat network di kedua interfaces yang saling menghubungkan router telah di advertised, maka akan muncul display :
%OSPF-5-ADJCHG: Process 1, Nbr 172.18.0.2 on GigabitEthernet0/0 from LOADING to FULL, Loading Done
Nah potongan display tersebut saya ambil dari RTR-001, maksud dari display tersebut adalah RTR-001 berhasil membentuk adjacency OSPF dengan RTR-002 melalui interface GigabitEthernet0/0, sehingga kedua router telah menyelesaikan proses sinkronisasi Link-State Database (LSDB). Berikut rangkuman penjelasan dari display tersebut :
- %OSPF : Pesan berasal dari proses routing OSPF.
- 5 : Tingkat keparahan pesan log (notification).
- ADJCHG : Terjadi perubahan status adjacency OSPF.
- Process 1 : Proses OSPF dengan Process ID 1.
- Nbr 172.18.0.2 : Router ID neighbor yang terhubung, yaitu RTR-002.
- on GigabitEthernet0/0 : Adjacency terbentuk melalui interface GigabitEthernet0/0 milik RTR-001.
- from LOADING to FULL : Status neighbor berubah dari LOADING menjadi FULL, menandakan sinkronisasi database OSPF telah selesai.
- Loading Done : Proses pertukaran informasi link-state telah selesai.
RTR-001#show ip ospf neighborNeighbor ID Pri State Dead Time Address Interface172.18.0.2 1 FULL/DR 00:00:36 172.18.1.2 GigabitEthernet0/0172.18.0.3 1 FULL/DR 00:00:36 172.18.1.9 GigabitEthernet1/0RTR-001#RTR-002#show ip ospf neighborNeighbor ID Pri State Dead Time Address Interface172.18.0.3 1 FULL/DR 00:00:32 172.18.1.6 GigabitEthernet1/0172.18.0.1 1 FULL/BDR 00:00:32 172.18.1.1 GigabitEthernet0/0RTR-002#RTR-003#show ip ospf neighborNeighbor ID Pri State Dead Time Address Interface172.18.0.2 1 FULL/BDR 00:00:32 172.18.1.5 GigabitEthernet0/0172.18.0.1 1 FULL/BDR 00:00:32 172.18.1.10 GigabitEthernet1/0RTR-003#
Nah jika state dalam keadaan FULL maka dapat dipastikan bahwa OSPF antar router sudah terbentuk. Verifikasi berikutnya adalah menggunakan show ip route, command ini digunakan untuk menampilkan informasi table routing. Jika berhasil di advertised maka akan ada network router lain pada router tersebut dengan flag O, yang artinya informasi network tersebut diterima oleh table routing dari protocol routing OSPF. Berikut contoh outputnya pada masing-masing router :
Demikian tutorial konfigurasi routing OSPF pada router Cisco menggunakan Cisco IOS. Melalui tutorial ini, kita telah mempelajari tahapan konfigurasi IP address pada setiap interface, mengaktifkan proses OSPF, menentukan network yang akan diiklankan, serta melakukan verifikasi untuk memastikan proses routing berjalan dengan baik. Semoga tutorial ini bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi teman-teman yang sedang mempelajari networking, khususnya routing pada perangkat Cisco. Terima kasih.
Referensi :
- Buku CCNA Lab Guide Nixtrain.


















